Aku mengangguk, lalu berbisik pelan, “Terima kasih, Bu. Terima kasih sudah memanjakan aku seperti anak sendiri.”
Maki memulai percakapan ringan. “Kalian tahu, di kota tempat aku dulu tinggal, ada tradisi tidur bersama di luar ruangan saat musim panas. Kami menaruh tikar di halaman, mengintip bintang. Rasanya menenangkan banget.” Riko menambahkan, “Mungkin suatu hari nanti kita bisa coba, ya. Sekarang, kita cuma bisa menikmati hujan di dalam rumah.” Aku mengangguk, lalu berbisik pelan, “Terima kasih, Bu
Setelah sarapan, aku bersiap pulang. Ibu Riko memelukku, menepuk pundakku, dan berkata: “Kamu selalu dipersilakan kembali, nak. Jangan ragu untuk datang lagi kapan pun kamu butuh tempat bersandar.” Riko menepuk pundakku juga, “Terima kasih, teman. Aku akan ingat momen ini selamanya.” lalu berbisik pelan